![]() |
| Doaku untuk mu Ibu |
Dalam kabut yang teramat sejuk
Ada sepenggal malam yang tak pernah berakhir
Ada sepotong kata yang tak sempat ku ucapkan
Sebelum malam itu berakhir
Dibawah bulan kumasih merindukan
Masih sembahyang dua rakaat,
kekhusukan itu lenyap
Pada istikharah-Mu pertiga malam
Lalu menangkupkan tangan mengucap doa
atau apa saja yang bisa mengisyaratkan waktu
Walaupun langit berurai air mata
Satu asa yang kupinta dalam doa
Ada hamparan sajadah searah kiblat
Menangis, dalam ketermenungan
Tanpa bayangan dan ragu-ragu
karena rindu aku untuk melihat cintamu
Cinta mu Ibunda ku..
yang tanpa sengaja atau diam-diam
barangkali akan segera runtuh
meski semestinya tak kan berakhir...........


Tidak ada komentar:
Posting Komentar