Aku adalah arah bagi hidupku,
Begitu pula warna waktu,
Terus berganti seiring rasa yang mengisi,
Aku tersenyum karena aku lelah menangis,
Aku tertawa karena menyadari begitu bodohnya,
Jika aku tetap terpaku oleh kesedihanku.
Terkadang aku gelisah,
Karena ingin sejenak mendengar suaramu,
yang terasing oleh ego dan emosi.
Biarlah tenggelam oleh bulir hujan,
mengalir teduhkan rasa,
namun sejenak mendengar suaramu,
adalah jedah qalbu menata diri...
Duhai hati....
Maafkan aku yang telah lama mengabaikanmu.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar